TPD Lakukan Verifikasi dan Evalusai

WONOSOBO – Tim Pembaharu Desa (TPD) Desa Kalikuning Kecamatan Kalikajar lakukan verifikasi dan evaluasi pendataan lapangan yang dilaksanakan di rumah Kepala Desa (Kades) Kalikuning, Kecamatan Kalikajar  (04/11/2016). Dalam agenda ini, TPD yang terdiri dari lima (5) tim melaporkan hasil kinerja yang sudah dilakukan selama ini yang terbagi dalam beberapa periode laporan mingguan. Laporan tersebut berupa data kesejahteraan, gagasan kelompok marjinal, survey pelayanan publik dan kewenangan desa. Data tersebut digali dari pertemuan kelompok yang diadakan oleh masyarakat yang kemudian ditindaklanjutioleh tim TPD dengan monitoring di lapangan.

“Hasil verifikasi dan evaluasi menjadi bahan utama untuk kita kembangkan dan menjadi bahan laporan bagi petugas TPD” ujar Bambang, koordinator tim penggalian gagasan kelompok marjinal desa Kalikuning.

Ia menambahakan, dengan adanya verifikasi dan evaluasi, diharapkan tim TPD mampu memetakan persoalan yang ada di masyarakat Desa Kalikuning. Dengan adanya pemetaan persoalan yang ada, maka tantangan dan peluang dapat diatasi dengan strategi yang tepat.

Namun demikian, Bambang menuturkan dalam proses penggalian data dan informasi di lapangan banyak masalah yang ditemukan. Untuk itu, tim TPD selalu berkoordinasi dengan aparat pemerintah Desa setempat untuk mencari solusi-solusi yang dibutuhkan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah Desa setempat untuk mencari jalan keluar dari setiap maslaah yang ada” imbuhnya.

Sumber Daya Manusia (SDM) seringkali menjadi tantangan ketika melakukan pendataan menemui masyarakat desa secara langsung. “La piye wong sek tak jak ngomong aja bingung, malah menyerahkan ke saya lagi,” pungkasnya.

Slamet, Kades Kalikuning mengapresiasi langkah yang telah dilakukan tim TPD Desa Kalikunng, dengan segala keterbatasan mereka mampu menjalankan tugas sesuai dengan petunjuk teknis yang telah dtentukan.

“Kami sangat Bangga dengan Tim TPD yang telah melaksanakan tugas dengan sebak-baiknya,” ujarnya saat diminta keterangan di rumahnya.

Namun demikian, Slamet mengaku bahwa warga masyarakat Desa Kalikuning secara SDM masih dibawah standard masyarakat perkotaan, untuk itu ia berharapa tim TPD harus mampu berkomunikasi dengan baik dan dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti.

“Komunikasi dengan warga desa apalagi kaum marjinal harus berbeda seperti kita berkomunikasi dengan pejabat,” tuturnya.

Ia beharap, keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara aktif dalam proses pembangunan desa menjadi rujukan pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan desa.  Pembangunan desa seringkali tidak sesuai pada empat bidang kewenangan desa, yaitu Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan, Pembinaan Kemasyarakatan, dan Pemberdayaan Masyarakat. Dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan desa, yaitu masyarakat yang sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *