Semangat Pendataan Kesejahteraan Lokal dari Desa Tracap

Wonosobo – Setelah melewati proses panjang dalam penggalian indikator kesejahteraan lokal dengan melibatkan warga secara penuh, kini Tim Pembaharu Desa Tracap berkonsentrasi mengerjakan sensus (pendataan) secara langsung di seluruh dusun. Tujuan dari sensus ini ialah sebagai usaha untuk mendapatkan data desa yang valid. Sehingga perencanaan pembangunan yang disusun dapat mengakomodasi kelas sosial yang selama ini termarjinalkan.

Siti Muntiah sedang melakukan survei kesejahteraan lokal Desa Tracap

Siti Muntiah sedang melakukan survei kesejahteraan lokal Desa Tracap (Pambudi/ Infest)

Menurut Siti Muntiah, salah satu kader Pembaharu Desa Tracap bahwa sensus ini akan dilakukan sekitar 2 minggu, terhitung dari minggu kedua hingga keempat Agustus 2015. Dari perkembangan terakhir di lapangan, Minggu (16/8), sensus kesejahteraan lokal di Desa Tracap sudah dilakukan di seluruh dusun. Dengan kondisi ini, sensus ini diprediksi akan selesai lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.

“Setelah kegiatan sensus selesai, Tim Pembaharu Desa dan perangkat desa akan melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu entri data. Kegiatan entri data akan dimulai dari tanggal 20 Agustus 2015. Setelah itu kami akan bersiap untuk melakukan review RPJMDesa dengan data yang kami dapatkan melalui sensus ini,” ungkap Muntiah.

Temuan dan Tantangan

Walaupun sudah bekerja keras demi terselenggaranya sensus kesejahteraan lokal, bukan berarti Tim Pembaharu Desa Tracap tidak mendapatkan tantangan di lapangan. Pasalnya, pada Agustus ini secara bersamaan dilakukan tiga kegiatan sensus di Desa Tracap dari beberapa institusi pemerintah. Dengan demikian, menurut Muntiah, pastinya akan terdapat beberapa Kepala Keluarga (KK) yang akan disensus bersikap “acuh”. Namun ia mengungkapkan bahwa kondisi tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi para Tim Pembaharu Desa.

Sensus Kesejahteraan Lokal adalah upaya mendata kesejahteraan versi desa

Sensus Kesejahteraan Lokal adalah upaya mendata kesejahteraan versi desa

Dalam kegiatan sensus yang sedang berjalan, didapatkan beberapa temuan penting, diantaranya Tim Pembaharu menemukan banyaknya KK yang tidak memiliki rumah. Hal ini selanjutnya berdampak pada perubahan bobot nilai hitung yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menghitung bobot nilai kesejahteraan keseluruhan. Menghadapi situasi tersebut, Tim Pembaharu Desa melakukan sejumlah perombakan cara hitung, yaitu jika sebelumnya KK yang tidak memiliki rumah diberi bobot nilai satu, maka atas temuan ini diubah menjadi diberi bobot nilai nol. [Fandi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.