Perencanaan Keuangan Desa Yang Partisipatif, Kunci Dasar Dalam Pembangunan Desa

Perkumpulan Infest Yogyakarta berkerja sama dengan Pemerintahan Desa Ngandong, Gantiwarno, Klaten menyelenggarakan pelatihan perencanaan keuangan Desa (Jum’at, 7 Oktober 2016). Pelatihan yang diselenggarakan di Balai Desa Ngandong selama 3 hari diikuti 18 peserta. Peserta terdiri dari perangkat desa, perwakilan lembaga desa, dan perwakilan dari masyarakat desa Ngandong. Tujuan diselenggarakannya pelatihan tersebut, agar masyarakat dan pemerintah desa bisa sinergi dalam membuat perencaan anggaran desa.

Pelatihan keuangan Desa tersebut dipandu oleh Darwanto dari Indonesia Bugdet Center (IBC). Selain menyampaikan materi-materi keuangan desa, pemateri lebih banyak mengajak peserta mempraktikan penyusunan keuangan Desa. Mulai dari proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa), Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDesa), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa). Peserta juga diajak belajar dalam pelaksanakan keuangan desa dan membuat laporan kegiatan keuangan desa.

Darwanto menyampaikan, bahwa dalam pembuatan perencanaan keuangan desa harus menjalankan 4 asas, yaitu keterbukaan, partisipatif, akuntabilitas dan tertib administrasi. Pemerintahan desa selama ini belum menjalankan secara keseluruhan asas tersebut. Contoh penerapan asas akuntabilitas secara tidak penuh, seperti kebiasaan Pemerintah Desa hanya memberikan pelaporan secara vertikal ke lembaga yang lebih tinggi. Pemerintah Desa jarang menyampaikan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan keuangan Desa kepada warganya.

Menurut Darwanto, keterlibatan warga masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan desa sangatlah penting. Hal ini agar proses perencanaan anggaran benar-benar sesuai dengan kondisi disetiap desa. “Sangat tidak dianjurkan dalam proses perencaan anggaran desa hanya copy paste dengan Desa lain, apalagi dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan anggaran desa hanya dijalankan oleh eksekutif desa,” kata Darwanto.

Pada akhir pelatihan, Surat (Lurah Desa Ngandong) menyampaikan kepada peserta agar masyarakat  bisa membuat perencaan keuangan desa dengan baik di kemudian hari. Selain itu Kepala Desa mengajak perwakilan masyarakat yang mengikuti pelatihan keuangan desa untuk bisa ikut dalam penyusunan APBDesa tahun 2017. Hal ini disampaikan, agar dipelaksanaan anggaran tahun depan,  bisa lebih transparan dan tertib administrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *