Desa Lengkong Kembangkan Potensi Pariwisata

Desa Lengkong, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo sedang mengembangkan potensi pariwisata. Wilayah Kabupaten Wonosobo memang terkenal dengan pariwisata alam dan budayanya, begitu pula dengan Desa Lengkong. Menurut Kepala Desa Lengkong, Sahro Sigit Raharjo, Desa Lengkong dianugerahi pemandangan alam yang apik dan udara yang sejuk. Wilayah desa yang terletak di ketinggian 1.294 di atas permukaan laut (mdpl) ini diapit oleh tiga gunung, yakni Gunung Arum, Gunung Sindoro, dan Gunung Kembang.

olahraga paralayang di atas Bukit Kekep, Desa Lengkong, Kabupaten Wonosobo. (foto: istimewa)

olahraga paralayang di atas Bukit Kekep, Desa Lengkong, Kabupaten Wonosobo. (foto: istimewa)

Baru-baru ini, Pemerintah Desa Lengkong bekerjasama dengan komunitas Paralayang Wonosobo dan didukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang mengembangkan tempat wisata paralayang. Olahraga paralayang merupakan salah satu jenis olahraga terbang bebas yang memanfaatkan lereng bukit dan angin untuk bisa terbang sempurna. Tempat yang disiapkan sebagai landasan paralayang berada di bukit Kekep, Desa Lengkong.

Menurut Sahro, ide untuk menjadikan lereng bukit Kekep sebagai landasan paralayang berawal dari komunitas paralayang. “Awalnya ada komunitas dan atlet paralayang yang sedang mencari tempat yang cocok untuk landasan Paralayang. Ketika mengetahui kondisi alam dan angin di Desa Lengkong mereka tertarik untuk latihan disini,” terang Sahro.

Menurut Sahro, lahan yang digunakan untuk landasan paralayang merupakan tanah kas desa. Sehingga, dalam penggunaannya nanti harus bermanfaat bagi warga. Untuk itu, rencananya, landasan paralayang tersebut akan dikelola oleh pemuda dan pemerintah desa Lengkong. Peresmian landasan paralayang di Bukit Kekep akan dilakukan pada pertengahan April nanti oleh Gubernur Jawa Tengah.

Selain wisata alam, Desa Lengkong juga mempunyai potensi budaya seperti Merdi Desa atau sedekah bumi yang dihelat di Gunung Arum. Perayaan tahunan ini, dilengkapi dengan tumpeng beras hitam dan kambing jawa kendit sebagai simbol rasa syukur. Potensi-potensi wisata tersebut mendorong Pemerintah Desa Lengkong untuk mengelolanya sebagai pariwisata berbasis budaya dan alam. Sahro berharap, pariwisata menjadi penopang baru ekonomi Desa Lengkong yang berbasis pertanian ini. [*]

Satu gagasan untuk “Desa Lengkong Kembangkan Potensi Pariwisata

  1. Ping-balik: Lengkong Kembangkan Wisata Paralayang » Lengkong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *