Arsip Kategori: pembelajaran

Kades Pringamba: “Kami yakin data yang kami hasilkan sendiri”

“Kami yakin dengan data yang kami hasilkan sendiri, karena kami terlibat melakukan semua prosesnya bersama warga” (Karno, Kades Pringamba, Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara) Dengan tegas dan percaya diri, Kades Pringamba mengungkapkan pengalamannya selama melakukan pendataan kesejahteraan dari rumah ke rumah. Pendataan kesejahteraan yang dilakukan di tiap kepala keluarga (KK), tentu saja berbeda dengan pendataan yang… + Selengkapnya

Tidak Semua Warga Miskin Butuh Bantuan Langsung Tunai

“Meskipun tidak mampu secara ekonomi, ternyata tidak semua warga miskin membutuhkan bantuan uang secara langsung. Kaum Lansia yang saya survei, mereka membutuhkan posyandu Lansia. Lalu ada juga warga yang membutuhkan kartu jaminan kesehatan. Sementara kaum difabel membutuhkan ketrampilan.” (Mugiono, warga Pringamba, 20/10/17) Mugiono (30 tahun) pernah memiliki pandangan bahwa warga miskin di desanya mungkin hanya… + Selengkapnya

Pemetaan Partisipatif: Perkuat Swadaya dan Pengetahuan Warga tentang Desanya

“Ternyata dari jawaban warga yang sudah saya survei, semuanya bersedia untuk swadaya dalam pembangungan di desa. Dalam proses wawancara survei, saya memang menerangkan bahwa yang dimaksud kesediaan swadaya itu tidak harus berupa uang. Bisa tenaga atau usulan untuk pembangunan di desa. Mereka juga mulai paham bahwa pembangunan di desa itu tidak hanya pembangunan fisik (infrastruktur),… + Selengkapnya

Kolaborasi Pengelolaan Kebun Toga Antara Kelompok Perempuan & Pemuda Desa Tegal Arum

“Ketika pohon terakhir ditebang, Ketika sungai terakhir dikosongkan, Ketika ikan terakhir ditangkap, Barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.” ― Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump’s Search for the Happiest Places in the World Kalimat inspiratif yang popular dikutip sejumlah aktivis peduli lingkungan hidup ini, terus terngiang di ruang pikir…. + Selengkapnya

Sungaiku Sayang, Sungaiku Malang

Penambangan emas secara membabi buta menghancurkan semuanya, sungai dikeruk pasirnya sehingga terjadi pendangkalan, tempat bertelur bagi ikan rusak, yang ada hanya gurun pasir di mana-mana. Orang kami menyebut tempat ikan sebagai Lubuk, sudah tidak ada. Belum lagi saat kemarau, tangan-tangan jahil dari warga kami meracuni ikan, yang hampir tiap kemarau tiba selalu hal yang sama… + Selengkapnya

Ketika Warga Transmigran Mulai Menggali dan Menulis Sejarah Desanya

Sekarang kami mulai paham bahwa dulunya kami (warga transmigran) ini hanya ada 496 kepala keluarga (KK) dari semua pelosok penjuru Jawa. Kami juga kini mengetahui jika dulu para orang tua kami sangat prihatin selama dua tahun. Mereka hanya makan beras dan teri jatah dari pemerintah. Kami juga tahu, dulu ada masalah kelapran pada tahun 1979… + Selengkapnya

Pentingnya SOP dalam Pemanfaatan Aplikasi Keuangan Desa

Salah satu proses pelatihan aplikasi keuangan desa di Desa Kapencar, kecamatan Kertek

Pada 17-26 Januari 2016 INFEST menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan desa menggunakan aplikasi Mitra Desa untuk desa-desa dampingan di kabupaten Wonosobo untuk model open data keuangan desa. Desa-desa yang dilatih dalam 2 pekan tersebut di antaranya: Desa Kapencar, Kertek Desa Ngadikerso, Sapuran Desa Talunombo, Sapuran (Tambahan) Desa Ngalian, Wadaslintang Desa Parikesit, Kejajar (Tambahan) Desa Igirmranak, Kejajar Kegiatan… + Selengkapnya

Tiga Desa di Kabupaten Tebo Rumuskan RPJMDesa Berbasis Potensi dan Aset

“Sebenarnya kami berharap warga tidak hanya mengusulkan pembangunan fisik. Tapi lagi-lagi warga lebih banyak yang mengusulkan pembangunan fisik dari pada pelatihan-pelatihan misalnya.” “Dalam penyusunan RPJMDesa, kami sebelumnya memang kopi paste dari desa lain dan hanya dikerjakan beberapa orang saja yang ada di desa. Tim 11 juga selama ini tidak semuanya memahami bagaimana menyusun RPJMDesa” “Kami… + Selengkapnya

Pemuda Penggerak Desa: Bertani dan Mengabdi

“Bekerja sebagai petani, mungkin sebagian orang berpikir bahwa pekerjaan yang rendah, pekerjaan orang desa, kotor dan lain sebagainya. Tapi bagi saya bekerja sebagai petani itu luar biasa. Jika dilihat dari segi penghasilan, sebenarnya petani dengan PNS tidak beda jauh. Hanya saja seragam yang membedakannya. Petani adalah pahlawan bangsa. Ya, ungkapan itu cukup tepat meskipun terkesan… + Selengkapnya

“Betino Lah Beguno dalam Pemerintahan Desa Ko”

Kalimat berbahasa Melayu itu diungkapkan oleh ibu Toyibah, salah satu perempuan di desa Teluk Singkawang, kecamatan Sumay, kabupaten Tebo, Jambi. Pernyataan tersebut, meskipun singkat, namun secara tidak langsung melukiskan bagaimana kondisi dan posisi perempuan dalam proses pembangunan di desa Teluk Singkawang. Menurut Yuni Wati, salah satu perempuan pembaharu desa Teluk Singkawang, perempuan di desa sekarang… + Selengkapnya