Arsip Kategori: Catatan Pengetahuan

Perencanaan Apresiatif Desa Mendorong Kepekaan Sosial Pemdes dan Warganya

“Saya mendapat informasi dari tim pembaharu desa (TPD) yang khusus menggali usulan kelompok marginal dan survei layanan publik, bahwa saat mereka melakukan wawancara kepada warga yang berkebutuhan khusus maupun kepada kluarganya, di antara mereka masih ada yang bisa disembuhkan jika ditangani secara intensif oleh ahli di bidangnya. Namun mereka dari kalangan keluarga miskin, akhirnya saya… + Selengkapnya

Perempuan Desa dan Keresahannya pada Praktik Pernikahan Dini

Mana dulu yang harus diutamakan? Melakukan upaya pencegahan terhadap anak putus sekolah terlebih dahulu atau mencegah praktik pernikahan dini? Untuk kali ke sekian, pertanyaan tersebut muncul saat para ibu di desa tengah berkumpul. Kendati demikian mereka tidak sekadar berkumpul, namun menyengaja berkumpul dan merencanakan sesuatu. Mereka berkumpul dalam rangka berbagi gagasan dan pengalaman masing-masing. Salah… + Selengkapnya

Obsesi Macang Sakti untuk Perbaikan Data Kesejahteraan dan Layanan Publik

Tatanan regulasi tentang desa sebelum lahirnya Undang-Undang Desa memang memaksa desa untuk menjadi objek pembangunan. Karenanya, kemandirian desa menjadi suatu mimpi yang mustahil untuk tercapai. Demikian pula yang terjadi pada ranah kemandirian data. Desa yang hanya berposisi sebagai kepanjangan pemerintah kabupaten selalu bermasalah dalam manajemen datanya. Pemerintah Desa sebagai pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat… + Selengkapnya

Lubuk Bintialo Mulai Memikirkan Pengembangan Aset

Baru satu bulan program sekolah pembaharuan desa dilaksanakan di desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, mampu membangkitkan semangat Sunarto, kepala desa tersebut untuk berpikir positif dalam memanfaatkan aset desa. Ia hendak membawa desanya menuju desa swasembada sayur dan lauk pauk. “Masyarakat akan kami ajak mengurus perkebunan sayur,” ungkapnya saat ditemui di… + Selengkapnya

Cerita dari Tunjungtirto dan Kucur

Seorang kader Pembaharu Desa Tunjungtirto membaca Moduk Keuangan Desa

Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari dan Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang telah melalui proses belajar perencanaan apresiatif desa selama sembilan bulan. Waktu yang relatif singkat tersebut telah banyak memunculkan hikmah yang dapat diresapi dan dirasakan manfaatnya baik oleh desa maupun masyarakatnya. Muhammad Musthofa, Ketua Tim Pembaharu Desa (TPD) Tunjungtirto, mengibaratkan proses belajar pemetaan apresiatif dalam… + Selengkapnya

Catatan Pengalaman Perencanaan Apresiatif-Partisipatif Desa

Perencanaan Apresiatif-Partisipatif

Lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah mendorong banyak lembaga organisasi masyarakat sipil (OMS) di Indonesia saat ini, baik yang memiliki relasi dengan jaringan donor di luar negeri ataupun yang mengklaim dirinya mandiri, yang biasanya terkesan anti terhadap regulasi negara mendadak menjadi tidak anti regulasi. Alasannya, UU Desa dianggap memiliki poin-poin penting yang… + Selengkapnya

Analisa Aset dan Potensi Menjadi Inspirasi dalam Review RPJM Desa Kucur

Setelah melalui proses identifikasi aset dan potensinya, Desa Kucur mulai memasuki tahap awal review RPJM Desa. Data aset dan potensi yang telah dianalisis kembali dikaji dengan tujuan untuk menindaklanjuti hasil analisa dalam wujud rencana program pembangunan. Melalui forum musyawarah yang dilaksanakan pada Rabu malam (2/12) tersebut, pertama-tama pemerintah desa bersama dengan unsur masyarakat kembali menelaah… + Selengkapnya

Indeks Desa Membangun dan Pembangunan Desa

Persebaran Desa menurut Indeks Desa Membangun

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) meluncurkan Indeks Desa Membangun (IDM) pada Oktober lalu. Menurut Marwan Jafar, IDM bisa dijadikan rujukan untuk pengentasan jumlah desa tertinggal dan meningkatkan jumlah desa mandiri di Indonesia. Penentuan IDM dengan meletakkan prakarsa dan kuatnya kapasitas masyarakat sebagai basis utama proses kemajuan dan pemberdayaan desa. IDM menggunaan pendekatan… + Selengkapnya

Silang Sengkarut Pengelolaan Keuangan Desa

Diskusi Dana Desa Kompas-Infest

Secara filosofis, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) berbeda dengan ketentuan tentang desa pada tahun sebelumnya, 1965, 1979, 1999, dan 2004. UU Desa menekankan desa sebagai subjek pembangunan dan mempunyai otoritas dalam pengelolaan keuangan desa. Nilai prakarsa, rekognitif dan subsidiaritas menjadi ruh kedaulatan desa. Sebagai bagian dari pengakuan asas subsidiaritas dan amanat… + Selengkapnya

Pentingnya Data untuk Penyusunan RPJMDesa

pentingnya data untuk RPJMDesa

“Semua isi keterangan data aset dan potensi desa yang ditulis ibu-ibu ini benar-benar sesuai dengan isi pikiran saya dan kondisi di desa. RPJMDesa harus merujuk dari data ini (aset dan potensi desa). Saya semakin semangat mendukung kelompok perempuan di desa,” ujar Supriyanto, Kepala Desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Rasa bangga dan pujian beberapa kali… + Selengkapnya