Belum Prioritas, Kader Posyandu Minim Kapasitas

Masih banyak Kader Posyandu merasa kebingunan dalam memberikan peyuluhan kesehatan kepada ibu hamil. Sehingga banyak kader yang hanya mampu melakukan menimbang berat badan bayi. (Listyowati, Ketua Kalyanamitra, Pusat Komunikasi dan Informasi Perempuan)

Saat proses pendampingan di sejumlah desa, salah satu kelompok perempuan di desa yang paling kompak adalah kader posyandu. Bukan hanya kompak, mereka juga semangat dan cukup loyal menjalankan perannya sebagai kader posyandu. Dalam beberapa program di desa, para kader ini juga biasanya dilibatkan untuk terjun ke dusun-dusun. Misalnya dalam proses sensus dan kegiatan lainnya di desa. Meskipun kader kesehatan tidak dibatasi laki-laki atau perempuan, namun para umumnya didominasi oleh kaum perempuan.

Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Mereka juga bekerja secara sukarela melaksanakan kegiatan posyandu. Lebih dari itu, mereka juga bertanggungjawab menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan posyandu.

Kader posyandu merupakan pilar utama penggerak pembangunan khususnya di bidang kesehatan. Sayangnya sampai saat ini pemerintah belum serius meningkatkan kapasitas kader posyandu. Masalah ini diketahui berdasarkan Laporan Audit yang dilakukan oleh Kalyanamitra, Pusat Komunikasi dan Informasi Perempuan, terhadap program dan layanan posyandu di Kelurahan Cipininang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Utara; dan Desa Banjaroya, Kuon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam laporan Kalyanamitra, masih banyak kader merasa kebingungan dalam memberikan peyuluhan kesehatan kepada ibu hamil. Sehingga banyak kader yang hanya mampu melakukan menimbang berat badan bayi. Termasuk pengalaman Kader Posyandu dari Kelurahan Penjaringan, Amin Warsini (43), seperti dilansir Kompas (4/4/18), mengatakan bahwa selama empat tahun menjadi kader, dirinya tak pernah mendapatkan pelatihan dari pemerintah setempat. Hal itu menjadi kendala dalam memberi informasi kesehatan yang akurat dan faktual kepada masyarakat.

Persoalan Kapasitas hingga Anggaran

Pos Pelayanan Keluarga Berencana – Kesehatan Terpadu (Posyandu) merupakan kunci layanan kesehatan terutama pada anak balita dan ibu. Namun kehadirannya belum dianggap prioritas oleh pemerintah dalam kerangka pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Tingkat keaktifan posyandu saat ini sebesar 57 persen dari sekitar 280.000 posyandu. Karena itu, peningkatan kapasitas kader posyandu menjadi penting agar para kader bisa bergerak kembali.

Menurut Ketua Kalyanamitra, Listyowati, seperti yang dilansir Kompas (4/4/2018), kebijakan posyandu belum dianggap prioritas oleh pemerintah untuk ikut membantu dalam kerangka pencapaian Tujuan. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di ranah preventif dan promotif belum mendapatkan perhatian yang optimal dari pemerintah.

Beberapa masalah ditemukan dalam peningkatan kapasitas bagi kader posyandu, pemenuhan sarana, dan pelaksanaan kebijakan. Permasalahan itu muncul dalam hasil audit yang dilakukan Kalyanamitra. Audit yang dilakukan pada 2016-2018 itu meliputi kebijakan posyandu, program, kapasitas kader, dan anggaran posyandu.

“Kalau pemerintah mau memaksimalkan peran posyandu, usaha-usaha promotif dan preventif di posyandu bisa dilakukan, (yaitu) beri informasi penyuluhan kepada ibu-ibu berisiko tinggi. Hal itu sederhana, tetapi sangat berkontribusi menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” ujar Listyowati dalam Jambore Posyandu di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (¾/2018).

Menurut Entos, Indonesia masih memiliki masalah dalam kebijakan kesehatan, salah satunya posyandu. Karena itu, arah kebijakan strategi antarkementrian dan pemerintah daerah harus satu serta tidak tumpang tindih. Dana desa memang harus difokuskan kepada posyandu. Di daerah juga ada dana penguatan RW yang salah satunya untuk posyandu. Itu harus diawasi betul agar berjalan sesuai peruntukannya.[]

sumber foto: Posyandu Rahayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.