85 Perangkat Desa Belajar Manajemen Keuangan di Tunjungtirto

Malang – Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari menjadi tuan rumah Studi Lapang Pelatihan Manajemen Keuangan Desa, Kamis (17/09/2015). Sebanyak 85 peserta studi lapang berasal dari Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mangondow, Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Fak-Fak Provinsi Papua Barat.

85 perangkat desa belajar pengelolaan keuangan di tunjungtirto

Suasana forum pembukaan pengelolaan keuangan di desa tunjungtirto

Drs. Sigit Widijatmoko, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana desa mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Selain itu, kunjungan ini juga hendak mengetahui sejauh mana desa mengelola keuangan desa yang sesuai dengan peraturan turunan UU Desa.

Perwakilan dari Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ini juga menyampaikan akan pentingnya belajar tentang keuangan desa. Sigit berharap, peserta kunjungan bisa mengambil hal-hal yang baik yang ada di Desa Tunjungtirto sebagai oleh-oleh. “Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Desa Tunjungtirto ini, nanti bisa diterapkan di desa masing-masing,” ungkapnya kepada peserta.

Hanik Martya, selaku Kepala Desa Tunjungtirto memberikan sambutan baik pada para peserta. Setelah itu dia mempresentasikan pengelolaan keuangan desa yang sedang dan akan dilakukan di Tunjungtirto. Hanik menjelaskan mulai proses perencanaan hingga pelaporan keuangan desa di hadapan 85 perangkat desa tersebut.

“Saya menjelaskannya secara garis besar saja, nanti secara lebih detil bisa ditanyakan pada saat FGD dengan tim kami,” ucapnya.

Setelah itu, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk melakukan penggalian informasi kepada tim yang sudah dipersiapkan desa. Peserta sangat antusias untuk mendapatkan informasi terkait dengan keuangan desa, penyusunan APBDesa dan laporan pertanggungjawaban. Tim dari Tunjungtirto mencoba menjelaskan dengan bahasa yang sangat sederhana terkait apa yang dilakukan dan apa yang akan direncanakan dalam pembangunan desa.

Andary Winda, peserta dari Sulawesi Utara merasa senang bisa berbagi ilmu dengan Desa Tunjungtirto. Winda akan mempraktikkan hal-hal baik yang didapatkan selama berdiskusi dengan pemerintahan Tunjungtirto. “Terus terang saja di desa kami masih jauh dari sempurna, beberapa pengetahuan yang saya dapatkan di sini akan kami terapkan di sana nantinya,” terangnya. [Edi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *